Kritik Pedas Fans Spurs usai Penunjukan Igor Tudor

Tottenham Hotspur bergerak cepat setelah tim ini memutuskan untuk memecat pelatih mereka, Thomas Frank. Hanya dalam waktu beberapa hari, Spurs mengumumkan kalau mereka telah memilih Igor Tudor sebagai pelatih interim alias sementara. Bukan pelatih permanen, pria ini hanya diberikan tugas sampai akhir musim untuk mengelola semua pemain Tottenham, termasuk memilih strategi yang akan mereka terapkan. Tapi seperti yang terjadi sebelumnya, penggemar sangat merasa kecewa dengan pengumuman ini. Beberapa fans bahkan menyebut kalau penunjukan ini tak ada bedanya dengan Spurs menandatangani kontrak kematian mereka sendiri.

Reaksi Penggemar Spurs atas Penunjukan Igor Tudor

Penggemar Tottenham Hotspur mulai menujukkan reaksi mereka atas keputusan tim dalam menunjuk pelatih baru. Setelah memilih untuk memberhentikan Thomas Frank, Spurs tidak butuh waktu terlalu lama untuk menentukan pria yang akan melatih mereka untuk sementara waktu. Tugas baru sampai paling tidak di akhir musim akhirnya mereka percayakan kepada Igor Tudor. Awalnya Spurs berharap kalau penunjukan ini bisa mendapat dukungan masif dari penggemar. Tapi sekarang justru suara penggemar yang kencang menyerukan penolakan terhadap sosok ini. Walau dirinya hanya akan menjalani tugas ini untuk sementara, tapi penggemar langsung menunjukkan sentimen negatif atas penunjukan ini.

Hari Jumat yang lalu, Tottenham Hotspur memasuki fase baru dalam perjuangan mereka di musim ini. Mereka mencapai kesepakatan dengan pelatih yang pernah bertugas di 2 tim Italia, juventus dan Lazio. Spurs sepakat untuk memberikan tugas penting ini yang akan berlangsung sampai akhir musim. Penunjukan ini sekaligus memulai fase awal dari perubahan internal mereka setelah memilih untuk memberhentikan Thomas Frank dari posisinya.

Keputusan untuk menunjuk seorang pelatih adalah keputusan besar bagi sebuah klub. Tapi tugas berat seorang pelatih akan lebih ringan kalau bisa mendapat dukungan besar dari penggemar. Tapi ini tidak terjadi dengan Spurs. Keputusan mereka untuk menempatkan Igor Tudor di pos pelatih, meski untuk sementara, justru berakhir dengan penolakan. Fans tidak yakin kalau pelatih ini bisa menyelamatkan mereka dari jurang yang sudah terlanjur dalam. Apalagi pelatih interim mereka sekarang tidak terlalu memiliki catatan baik dalam 5 turnamen utama yang ada di Eropa. Dia memang pernah beberapa kali mendapat tugas sebagai pelatih di tim-tim besar. Tapi sampai sekarang belum ada catatan reputasi yang cukup baik yang bisa meyakinkan penggemar kalau dia adalah pria yang mereka butuhkan. Terakhir dia bertugas sebagai pelatih adalah di bulan Oktober yang lalu ketika masih di Juventus. Tapi tugas ini juga hanya bertahan selama 24 pertandingan, sebelum akhirnya mereka memecatnya.

Tugas Penuh Tantangan untuk Igor Tudor

Memang, semua pelatih punya keberuntungan masing-masing. Hasil di tim yang lama tak selamanya bisa menjadi acuan kalau hasil yang sama akan kembali terjadi di tim yang baru. Ada banyak contoh pelatih yang sempat gagal di tim lamanya, tapi justru berhasil ketiga ditugaskan di tempat yang baru. Sekarang sudah waktunya untuk pelatih kelahiran Kroasia ini untuk membuktikan kemampuan yang dia miliki. Tugas sebagi pelatih interim memang hanya untuk sementara. Tapi ada banyak kasus ketika tugas ini ditingkatkan menjadi permanen ketika tim melihat peningkatan kualitas yang menjanjikan.

Tapi potensi ini akan lebih sulit untuk tercapai. Setiap pelatih mendambakan dukungan besar dari penggemar sebagai salah satu kunci keberhasilan mereka. Dukungan penggemar akan sangat berarti karena tim akan bisa bermain dengan jauh lebih luwes dan semangat terutama kalau di kandang sendiri. Tapi bagi Igor Tudor, dukungan ini sepertinya tidak akan dia dapatkan. Fans Spurs sampai menyuarakan kritik mereka di media sosial. Mereka menolak penunjukannya sebagai pelatih Spurs. Penolakan ini langsung mengalir kencang, meski Spurs belum mengumumkan keputusan ini secara resmi.

Kritik Keras Keputusan Spurs

Beberapa akun penggemar Spurs menyuarakan dengan lantang penolakan mereka. Salah satu akun menyebutkan kalau Thomas Frank adalah masalah yang lebih kecil yang mereka hadapi. Menurut mereka, dewan direksi telah mengetahui selama berbulan-bulan kalau Thomas Frank adalah pelatih yang buruk, tapi sekarang solusi yang bisa mereka berikan sebagai jawaban adalah Igor Tudor? Menurut mereka keputusan ini hanya akan membuat mereka semakin pasti tersingkir ke zona degradasi.

Beberapa akun penggemar lain juga menyuarakan hal yang sama. Mereka menegaskan dukungan tidak akan mengalir dari penggemar kepada Spurs kalau memang penunjukan ini secara resmi diumumkan. Beberapa akun bahkan langsung menyebut kalau keputusan ini hanya akan menandatangani sertifikat kematian tim. Ada juga akun lain yang menyebut kalau mungkin keputusan ini hanya sifatnya sementara. Ada yang memprediksi kalau penunjukan pelatih kontroversial ini hanya akan sementara. Spurs sekarang sedang memperjuangkan mantan pelatih mereka, Mauricio Pochettino untuk kembali. Penunjukan pelatih interim hanya untuk sementara, paling tidak untuk mencegah mereka tersingkir ke Championship.

Memang masih ada beberapa penggemar yang menyuarakan optimisme mereka. Ada beberapa akun yang masih percaya kalau keputusan ini akan bisa memberi mereka harapan yang lebih baik. Menurut akun-akun ini, sang pelatih interim memang punya keterbatasan dari segi kemampuan dan waktu. Tapi mereka percaya pelatih sementara ini paling tidak akan membantu tim agar tidak terjerumus lebih jauh. Dia akan memainkan gaya bermain seperti yang diterapkan Antonio Conte. Dia akan membantu mereka untuk memperoleh poin yang cukup untuk bisa bertahan dalam kompetisi sekarang dan tidak tersungkur lebih jauh. Tapi akun-akun ini sepakat kalau Spurs hanya bisa mendapat hasil ideal kalau mereka menerapkan kembali Porro dan Romero ke dalam sistem yang ada sekarang.

Fans Spurs menjadi sangat reaktif dari hari pertama isu tentang penunjukan pelatih interim ini menyeruak. Reaksi ini sebenarnya tidak terlalu berlebihan. Selama masa kerjanya yang sangat singkat di Juventus, pelatih ini lebih sering menggunakan formasi 3-4-2-1. Ada juga beberapa kali dia menggunakan formasi 3-5-2 dengan duet Jonathan David dan Dusan Vlahovic di bagian depan.

Pelatih berdarah Kroasia ini sempat bekerja dalam waktu singkat dengan Randal Kolo Muani di Turin di musim lalu. Dalam periode ini, pemain kelahiran Perancis ini berhasil mencetak 5 gol dalam 11 pertandingan. Jumlah gol ini paling tidak bisa memberi harapan tentang jalan yang akan ditempuh Spurs dengan pelaith yang baru.

Dominic Solanke dan Kolo Muani bisa bertugas di bagian depan sementara Xavi Simons bisa di bagian belakang. Untuk Souza dan Djed Spence, mereka bisa bertugas di bagian bek sayap meski masih dibayang-bayangi oleh cedera. Radu Dragusin, Micky van de Ven, dan dan Cristian Romero kemungkinan akan mendapatkan tugas di bagian belakan dengan formasi 3 orang pemain. Pelatih berusia 47 tahun ini juga telah menyebutkan gaya bermain yang lebih diinginkannya dalam bentuk srategi yang berani dan intensif, yang mungkin akan sesuai dengan profil Tottenha, sekarang. Hanya, penggemar memang sudah dari jauh hari menyebut kalau mereka akan lebih butuh pelatih yang ‘mustahil’ yang akan lebih sesuai daripada seorang Igor Tudor.

About fun88team

Seorang pencari informasi kecil di dunia maya, berharap bisa menemukan informasi baru setiap harinya