Industri sepakbola adalah industri yang terus bertumbuh dan mengalami perubahan. Dalam industri ini, perubahan adalah suatu hal yang wajar dan sering terjadi. Tapi di tengah perubahan ini, tidak semua orang bisa bertahan, apalagi untuk waktu yang lama dan memberikan hasil yang luar biasa, layak untuk dikenang. Hanya ada beberapa nama yang akhirnya bisa dianggap layak untuk dikenang sebagai nama legendaris. Bagi sepakbola Inggris, barangkali nama Pep Guardiola memenuhi semua kriteria untuk disebut sebagai pelatih legendaris. Maka ketika beredar isu kalau dia akan segera meninggalkan Manchester City, kabar ini langsung menjadi tajuk pemberitaan di banyak media.
Awal Mula Isu Pep Guardiola Hengkang Berhembus
Rumor tentang langkah yang akan dia ambil ini sebenarnya sangat tidak menguntungkan dia. Cara publik mengetahui rumor ini terjadi dengan cara yang paling tidak dia inginkan. Bukan melalui pengumuman yang disiapkan dengan matang oleh agensinya, tapi justru melalui isu yang dilempar oleh sponsor klub.
Informasi yang berhembus sejauh ini menyebutkan kalau pada hari SEnain yang lalu, beberapa mitra komersial Manchester City telah mendapatkan pemberitahuan dari klub. Mereka diberitahu kalau pelatih mereka sekarang akan segera meninggalkan tim dan ini akan terjadi dalam waktu dekat. Kabar ini langsung menjadi isu besar yang kemudian tampil sebagai dberita di banyak media. Kemudian hanya berselang sehari kemudian, ada sangat banyak media dari berbagai penjuru dunia yang mengula infomrasi ini. Media-media dari Inggris sampai menyebutkan kalau hal ini tidak disambut positif oleh pria yang mereka beritakan. Pelatih Manchester City ini disebut marah dengan momen kabar ini sampai ke telinga publik. Dia sampai melakukan pangrgilan telepon bersama beberapa pemainnya di malam hari untuk memastikan kabar ini sebelum berkembang menjadi isu yang jauh lebih liar.
Upaya Klarifikasi
Pelatih Manchester City ini memang tidak terlalu banyak mengambil tindakan untuk mengklarifikasi topik ini, setidaknya dalam beberapa hari terakhir. Ketika media-media setempat mencoba mengklarifikasi topik ini langsung ke sumbernya, dia hanya bertanya tentang rumor yang mereka maksud. Berbeda dari biasanya, dalam momen yang terjadi setelah pertandingan mereka di final Piala FA melawan Chelsea, pelatih Manchester City ini langsung bergerak cepat dan meninggalkan awak media yang masih mencoba menggali kebenaran di balik rumor ini. Tapi jelas bagi semua orang yang hadir dalam kesempatan itu, kalau bahasa tubuh yang dia tunjukkan sama sekali bertentangan dengan ucapannya kepada media.
Pep Guardiola memang sosok yang layak untuk menjadi pusat perhatian olahraga global. Kemenangan yang mereka dapatkan dari Chelsea di final Piala FA memastikan mereka membawa trofi prestisius ini. Menjadi juara di turnamen ini sekaligus menjadi kemenangan mereka ke-20 dalam sebuah turnamen sejak pertama kali bergabung dengan mereka. Waktu itu, piala mereka angkat ketika tim ini masih terus berjuang untuk mendapatkan kesempatan mengembalikann reputasi mereka sebagai juara dengan mengejar Liga Primer Inggris. Dua pertandingan yang mereka miliki waktu itu dianggap masih cukup untuk bisa memastikan kalau Arsenal akan kembali terpuruk. Tapi semua perhatian dunia justru mengarah ke topik yang lain. Kemenangan mereka bukan lagi satu-satunya topik yang menarik. Semua perhatian justru terarah pada rumor yang menyebutkan kalau seorang pelatih seperti dirinya akan meninggalkan tim di tengah ketidakpastian yang mereka hadapi. Rumor ini muncul ke permukaan di saat masih ada kemungkinan mereka bisa mendapatkan juara turanmen ketujuh.
Reaksi Media tentang Isu Pep Guardiola
Media asal Inggris bergerak cepat untuk mencari tahu kebenaran di balik informasi ini. Beberapa media menyorot Manchester City yang telah menjadi tim pertama dalam sepanjang sejarah EPL yang berhasil mencapai 100 poin dalam satu musim di bawah arahan Pep Guardiola pada musim 2017/18. Mereka kemudian mencapai trebel di musim 2022/23 untuk pertama kalinya sejak Sir Alex Ferguson mencapai hal yang sama di tahun 1999.
Kabar warisan legendaris ini terus berkembang. Media yang lain menyebut Enzo Maresca sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan perannya disana. Sementara media yang lani menyebut kalau kesepakatan secara teknis sudah tercapai dan tinggal menunggu pengumuman resmi. Sementara itu, pada hari Selasa yang lewat, Fabrizio Romano menyebut kalau sudah ada konfirmasi yang tercapai: sebuah kesepakatan verbal untuk penunjukan yang akan berlangsung selama 3 tahun. Sedangkan media yang lain mengungkap kalau Manchester City berencana untuk mengonfirmasi kepergian pelatihnya secara resmi pada hari Minggu yang akan datang setelah mereka bertanding melawan Aston Villa. Mereka sudah mengagendakan sebuah parade bus dengan bagian atas terbuka pada hari Senin berikutnya sebagai bentuk penghormatan untuk semua jasanya kepada tim. Tapi ada beberapa media yang menyorot inkonsistensi antara pernyataan publik yang dilontarkannya dengan kejadian sekarang. Pelatih asal Catalan ini memang sempat menyatakan harapannya untuk terus bersama mereka sampai tahun 2027. Publik sempat dibuat percaya dengan arah ini mengingat volume transaksi pemain mereka yang cukup tinggi.
Media lain yang berasal dari Pernacis menyebut kalau penunjukan Enzo Maresca adalah sebuah keputusan filosofis yang disengaja daripada pengaturan kembali tim secara struktur. Media lain menggambarkan perubahan ini sebagai keputusan Manchester City untuk memilih salah satu mantan murid pelatih emreka sekarang. Mereka memilih penerusnya yang dianggap akan melanjutkan filosofi dan gaya bermain yang mereka miliki sekarang.
Sementara itu, media lain menekankan kalau Manchester City sedng bersiap untuk melepas pelatihnya, sambil menyebut kalau masih ada kalangan yang berharap dia akan tetap bertahan. Media-media ini juga mengabarkan kalau beberapa staf pelatih juga sudah bekerja dengan anggapan kalau pelatih mereka akan segera pergi. Ada juga media yang lain yang menyebut kalau kepergian Pep Guardiola kali ini akan terjadi setelah membangun Manchester City sebagai raksasa. Dia adalah pelatih yang mengantarkan emreka memenangkan Piala Dunia Klub, Piala Super Eropa, Liga Champions, 3 Community Shield, 5 Piaa Liga, 3 Piala FA, dan 6 Liga Primer. Secara khusus media-media asal Perancis memberikan penghargaan mereka untuk semua prestasi yang dicapai pelatih asal Catalan ini. Sementara beberapa lainnya menyebut kalau penunjukan Enzo Maresca tidak akan terlalu berdampak positif bagi tim ini.
Media asal Italia mencoba memberitakan topik ini dengan perspektif berbeda. Mereka memandang Enzo Maresca sebagai salah satu bagian dair Manchester City. Beberapa media menggambarkan kepergian Pep Guardiola sebagai akhir dari babak yang luar biasa, menggambarkan Maresca sebagai produk yang dibangun dalam sistem pelatih sekarang. Mereka juga menunjuk perannya dalam membantu tim ini menjuarai Liga Primer 2 dengan skuad yang masih dalam pengembangan di tahun 2021. Mereka menganggap ini sebagai bukti kalau mantan pelatih Chelsea tadi punya akar yang kuat dalam tubuh mereka.
Media yang lain memastikan kalau Manchester City akan segera mengumumkan kepergian dan penunjukan ini. Mereka menambahkan kalau Maresca sudah langsung memberi petunjuk kalau dia akan menargetkan Marco Palestra sebagai pemain pertama yang akan dia incar.
fun88 fun88