Manchester United terus menyiapkan rencana mereka untuk membangun tim ini. Beberapa bulan terakhir menjadi momen penuh kenangan bagi mereka. Setelah menunggu bertahun-tahun, akhirnya tim ini bisa merasakan langsung sensasi menang, termasuk saat berhadapan dengan lawan-lawan berat. Memilih Michael Carrick untuk menjalankan tugas sebagai pelatih interim terbukti menjadi keputusan terbaik yang pernah diambil oleh tim ini dalam beberapa tahun terakhir. Tapi perkembangan positif yang sudah mereka tempuh sampai titik ini tak langsung membuat mereka merasa puas. Hanya beberapa waktu lagi sebelum Old Trafford terjun ke bursa transfer. Tapi mereka sudah memiliki daftar sendiri yang akan coba diwujudkan di bulan Juni nanti sampai bursa berakhir. Atas pertimbangan dari Michael Carrick, mereka memilih untuk fokus pada pemain dari Sunderland, Noah Sadiki. Tapi rencana ini tidak akan berjalan lancar. Mereka harus bersiap untuk menghadapi rival-rivalnya yang juga punya rencana yang sama.
Siap Terjun demi Noah Sadiki
Manchester United harus memastikan semua rencana dan strategi yang mereka siapkan untuk bulan Juni nanti sampai pertengahan September berjalan dengan baik. Periode kurang lebih 2,5 bulan akan menjadi kesempatan emas mereka untuk mengincar pemain yang mereka harapkan. Untuk musim panas nanti, salah satu nama yang ditargetkan menjadi harapan besar tim ini di musim yang baru adalah gelandang asal Sunderland, Noah Sadiki. Tapi dari jauh hari, Manchester United sudah harus bersiap karena mereka sangat mungkin tidak akan sendirian dalam proyek ambisius ini.
Sampai sekarang, Setan Merah masih terus melanjtukan rencana besar mereka untuk proyek jangka panjang. Mereka masih mengutamakan bintang muda yang memiliki kemampuan dan potensi yang siap diasah untuk berkembang. Selain nama gelandang asal Sunderland tadi, mereka merkea juga sekarang sedang mengincar pemain bintang dari Leicester City, Jeremy Monga. Seperti yang terjadi dengan pemain pertama, dengan pemain ini juga mereka harus waspada karena ada beberapa tim elite yang siap mengerahkan rencana untuk memastikan nama ini yang akan mereka daftarkan sebagai pemain ke otoritas.
Selain mengincar nama-nama baru, Manchester United juga punya PR besar tentang aspek manajerial. Mereka harus segera menemukan pelatih yang tepat untuk segera mengisi peran sebagai instruktur permanen tim ini mulai dari musim yang baru. Mantan gelandang mereka, Michael Carrick, sampai sekarang masih dipercaya untuk menjalankan tugas penting ini. Tapi seperti yang mereka sampaikan dalam kontrak, kedua entitas ini hanya akan bekerjasama sampai akhir musim.
Masih Andalkan Michael Carrick
Pria berusia 44 tahun ini sukses melesatkan kemungkinannay untuk mendapat peran penting dalam tim ini secara permanen melewati musim panas lalu. Banyak dukungan mengalir kepadanya, termasuk dari penggemar mereka. Banyak orang percaya kalau dia adalah pria yang tepat untuk menjalankan tugas penting ini. Dukungan mulai mengalir deras setelah dia berhasil mengantarkan Setan Merah ke peringkat 3 di Liga Primer, posisi yang sampai sekarang berhasil mereka pertahankan. Tapi perkembangan yang terjadi belakangan mulai mengikis kemungkinannya untuk mendapatkan peran ini. Mereka perlahan mulai kehilangan momentum. Ditambah lagi ada beberapa kandidat yang mengumumkan akan berhenti dari pos masing-masing, semakin menambah kecil kemungkinan peran ini akan langsung diberikan kepadanya.
Pada hari Selasa malam waktu Inggris, Bournemouth menarik perhatian publik penggemar olahraga Inggris. Tim sepakbola ini mengumumkan kalau pelatih kepala mereka, Andoni Iraola akan segera meninggalkan tim ini. Dua nama ini akan berpisah setelah musim sekarang berakhir. Kabar ini menjadi salah satu pemicu perubahan pendirian Manchester United. Mereka tampaknya mulai terpincut dengan kemampuan dan profil yang ditunjukkan pelatih Bournemouth.
Persaingan Sengit di Sekitar Noah Sadiki
Menurut informasi lain yang kami terima, Manchester United tidak akan sendirian di bursa transfer nanti. Mereka akan ditemani dengan beberapa tim masih dari negara yang sama. Semua tim ini akan mengerahkan kemampuan masing-masing untuk bisa memastikan tanda tangan Noah Sadiki akan mendarat di berkas penawaran yang mereka ajukan dan bukan tim lain. Informasi yang berhembus saat ini mengindikasikan kalau tim yang pernah 20 kali menjuarai turnamen domestik Inggris ini sudah cukup lama mengamati pergerakan gelandang Sunderland tadi. Mereka secara khusus mengamati perkembangan permainan pemain kelahiran Republik Demokratis Kongo ini dalam beberapa bulan terakhir. Dari pengamatan itu, mereka cukup yakin kalau musim panas nanti akan menjadi momen yangs tepat untuk mengajukan penawaran remsi kepada Sunderland.
Hanya saja, mulus atau tidaknya rencana ini akan bergantung pada banyak hal. Satu faktor yang harus merkea pertimbangkan adalah mereka tidak akan sendiri. Manchester United harus bersiap untuk menghadapi persaingan dari rival-rival mereka yang juga terpincut dengan kemampuan gelandang Sunderland tadi. Setidaknya sudah ada nama Chelsea, pemenang Piala Dunia Antarklub tahun ini yang percaya mereka bisa berkembang pesat dengan kemampuannya.
Skuad Liam Rosenior sekarang punya proyek ambisius jangka panjang yang sedang mereka kejar. Tim ini sedang membangun sebuah era tanpa peran dari Enzo Fernandez. Mereka mulai membiasakan diri untuk bermain tanpa bantuannya setelah pemain kelahiran Argentina ini memberi petunjuk kalau dia akan segera pindah. Bermain di Stamford Bridge memberinya cukup pengalaman untuk diasah lebih lanjut di Real Madrid.
Seperti yang terjadi dengan Setan Merah dan Blues, Tottenham Hotspur, Everton, sampai Arsenal juga sama-sama percaya kalau mereka bisa memanfaatkan kemampuan yang dimiliki gelandang Sunderland tadi. Banyak yang beranggapan kalau masa depan masing-masing akan lebih mudah dikembangkan asalkan ada pemain ini di tengah mereka.
Tentang pemain Sunderland yang menarik perhatian tim elite Eropa, Noah Sadiki memilih keluar dari Union SG asal Belgia di musim panas lalu. Dia kemudian memilih untuk bergabung dengan Sunderland lewat sebuah kesepakatan yang ditandai dengan transfer di angka 15 juta poundsterling. Bersama mereka, pemain ini sukses melesatkan karirnya di Liga Primer. Dia berhasil melampaui semua ekspektasi awal banyak orang tentang permainannya di musim sekarang.
Bersama dengan Granit Xhaka, pemain berusia 21 tahun ini menajdi sosok yang sangat menentukan bagi permainan Kucing Hitam di bagian gelandang. Dia menjalani 27 pertandingan di banyak kompetisi elite bersama skuad Regis le Bris, berharap bisa mendapat tiket ke UCL. Sunderland sekarang masih terus berjuang untuk bisa mencapai mimpi ini. Mereka sekarang berada di pos 10 di klasemen EPL dengan menyisakan hanya 6 pertandingan lagi. Di posisi mereka sekarang, tim ini hanya 1 poin di belakang peringkat 7. Kalau saja mereka berhasil menyalip posisi ini, mereka akan punya hak untuk bersaing di Liga Konferensi.
fun88 fun88