Piala Dunia 2026 menjadi ajang monumental dalam sejarah sepakbola Dunia. Ada banyak hal baru yang diterapkan dalam kompetisi lanjutan Piala Dunia 2022 di Qatar ini. FIFA sebagai induk olahraga sepakbola global resmi mengumumakn beberapa aturan baru yang mulai berlaku sejak turnamen ini. Perubahan baru yang mereka rilis mulai dari peran wasit, VAR, peserta turnamen, sampai aturan-aturan lain. Sayangnya tidak semua aturan ini berdampak positif. Akibat aturan tertentu, ada pemain seperti Rio Ngumoha yang langkahnya untuk bergabung dengan tim nasional Inggris terpaksa harus terkendala.
Rio Ngumoha Curi Perhatian Publik
Tim nasional Inggris adalah salah satu negara yang kuat diunggulkan untuk menjadi juara pada kompetisi sepakbola global ini. Seperti yang lalu-lalu, mereka sedang berjuang untuk bisa mengakhiri penanti yang berawal dari tahun 1966 untuk menjadi juara dalam kompetisi ini. Pemilihan Thomas Tuchel sebagai pelatih bukan satu-satunya kabar menarik tentang tim ini. Setiap langkah yang mereka ambil, termasuk Asosiasi Sepakbola Inggris, juga mendapat sorotan publik. Perhatian publik semakin mengalir deras ketika merkea akhirnya mengumumkan nama-nama yang akan segera diboyong ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk menghadapi Piala Dunia 2026. Banyak harapan agar nama-nama tertentu masuk dalam daftar yang dipanggil Thomas Tuchel, termasuk Rio Ngumoha.
Publik berharap namanya akan menjadi bagian dalam skuad penting di tahun 2026. Harapan publik semakin bertambah besar setelah dirinya menarik perhatian dan menjadi tajuk pemberitaan banyak media berkat kerja kerasnya di laga pemanasan melawan Selandia Baru. Perannya di tengah lapangan membantu besar tim negeri Tiga Singa untuk memetik kemenangan. Pertandingan ini memang bukan laga inti Piala Dunia 2026. Tapi gerak geriknya dalam pertandingan ini membuat publik Inggris yakin kalau peluang mereka menang akan lebih baik kalau menyertakannya dalam skuad mereka.
Rio Ngumoha Gagal Gabung Timnas Inggris
Usianya yang masih 17 tahun tidak membuat pemain ini kehilangan semangat dan motivasi untuk bermain. Justru di usia yang masih sangat muda, dia menjalankkan tugasnya sebagai pemain pengganti dengan ciamik. Performanya di tengah lapangan bahkan menjadi modal yang mengantarkannya untuk menang pengahrgaan sebagai Pemain Terbaik. Penghargaan ini dia dapatkan meski baru saja menjadi salah satu pemain dengan usia termuda ketika menjalani debut di kejuaraan sepakbola di Inggris.
Harapan penggemarnya untuk melihat karirnya semakin terbang tinggi sempat muncul ketika Thomas Tuchel memasukkan namanya dalam skuad mereka. Dia sempat diajak untuk terbang bersama pemain tim nasional Inggris yang lain untuk menghadapi Piala Dunia 2026. Hanya saja setelah melalui proses kualifikasi yang panjang dan rumit, pihak asosiasi mengubah pendirian mereka. Dalam daftar akhir skuad yang akan mereka boyong ke 3 negara tuan rumah, tidak ada nama Rio Ngumoha yang tercantum dalam daftar ini. Tak banyak yang diketahui waktu itu tentang alasan di balik pencoretan ini. Tapi belakangan diketahui kalau mungkin ada satu aturan yang dirilis FIFA yang akhirnya memaksa Asosiasi Sepakbola Inggris atau FA untuk mengumumkan namanya dicoret.
Permintaan untuk FIFA Rubah Aturan
Melalui penelusuran yang dilakukan oleh Seru88win, setidaknya ada 2 aturan yang dirilis oleh FIFA yang diduga menjadi alasan di balik keputusan FA untuk mencoret nama Rio Ngumoha dari daftar skuad mereka. Dua aturan ini pada dasarnya mengatur tentang skuad tambahan yang dapat dikerahkan oleh tim nasional.
Menurut peraturan tersebut, FIFA menetapkan kalau setiap negara partisipasi Piala Dunia 2026 harus meneyrahkan daftar awal pemain. Daftar ini berisikan paling banyak 55 orang pemain. Berdasarkan aturan ini, pelatih masih diberikan kesempatan untuk melakukan perubahan sampai mendapatkan 26 orang pemain, yang wajib berasal dari daftar sementara tadi. Dari daftar 26 orang yang ditetapkan tadi, pelatih masih diberikan kesempatan untuk merubah skuad mereka. Perubahan dapat dilakukan karena masalah cedera atau penyakit sampai paling lama 24 jam sebelum pertandingan pembuka mereka. Tapi peraturan ini mewajibkan kalau perubahan hanya bisa memasukkan nama yang berasal dari daftar 55 orang pemain di awal.
Untuk timnas Inggris, Rio Ngumoha berangkat bersama semua pemain mereka yang lain sebagia pemain dalam latihan. Dia tidak sendirian. Ada juga pemain Arsenal, Ethan Nwaneri, Josh King dari Fulham, dan Alex Scott dari AFC Bournemouth yang juga sama-sama ikut berangkat dengan mereka. Thomas Tuchel menyiapkan empat orang pemain ini sebagai cadangan untuk membantu mereka mengelola risiko selama proses persiapan menuju kompeetisi.
Hanya saja, ada perbedaan antara empat orang ini. Berbeda dengan Scott, pemain muda dari Liverpool tadi tidak termasuk dalam daftar awal 55 orang pemain yang diserahkan oleh asosiasi sepakbola Inggris kepada FIFA. Perbedaan ini berarti kalau seandainya tim nasional Inggris diterpa oleh beberapa cedera sebelum pertandingan pembuka mereka melawan Kroasia, Rio Ngumoha tidak akan bisa dipanggil oleh Thomas Tuchel untuk menjadi pemain pengganti mereka. Tidak ada alasan dalam bentuk apapun yang dapat dia maupun FA Inggris gunakan untuk membujuk FIFA agar menerima pemain ini. Kebijakan ini justru akan semakin diterapkan dengan ketat ketika turnamen telah dimulai. Menurut aturan baru yang dirilis oleh FIFA, hanya penjaga gawang yang berhak untuk dikenakan pergantian, itu pun harus memenuhi syarat darurat.
Situasi yang dihadapi Rio Ngumoha akibat dari peraturan ini menekankan satu pokok informasi penting. Dampak dari aturan ini menegaskan kalau peraturan yang diterapkan oleh FIFA terkesan kuno di tengah perkembangan sepakbola yang sudah memasuki zaman modern. Logika yang digunakan FIFA di balik kebijakan tentang skuad tambahan sebenarnya dapat dipahami. Kebijakan ini dibuat untuk mencegah negara-negara peserta dalam melakukan pemilihan pemain. Kebijakan ini dengan efektif membatasi langkah negara-negara untuk memilih pemain dari daftar tanpa batas. Kebijakan ini juga menjamin keadilan dan transparansi hingga level tertentu menjelang turnamen akbar sekelas Piala Dunia.
Hanya saja, ketika seorang pemain sudah terlanjur mengikuti latihan dengan skuad senior dan ikut dalam perjalanan mereka, serta kemudian berpartisipasi dalam pertandingan pemanasan, tampaknya kebijakan ini justru sangat kejam. Seharusnya FIFA masih memberi ruang kepada pemain seperti ini untuk bisa dipanggil untuk membantu timnas yang dalam kondisi darurat, asalkan namanya masuk dalam daftar.
FIFA juga sebenarnya bisa menerapkan solusi yang lebih sederhana. Mereka sebenarnay bisa mengizinkan pelatih untuk mengajukan pemain yang telah resmi terdaftar sebagia pemain cadangan yang ikut bepergian sebelum turnamen dimulai. Pemain dari kategori ini telah diterpa dalam pusat pelatihan mereka, memahami rencana taktis, dan kemudian telah melakukan persiapan secara intensif dari awal. Permainan yang ditunjukkan Rio Ngumoha mungkin tidak akan cukup untuk membantu timnas Inggris untuk bisa menjuarai Piala Dunia tahun ini. Tapi penggemar mereka akan sulit memahami kebijakan ini ketika ada pemain yang bisa membantu mereka untuk tampil. Tapi sayangnya karena batasan dari aturan tertentu, mereka tidak bisa melihatnya tampil bersinar di tingkat global.
fun88 fun88