Industri sepakbola Eropa kembali harus bersedih. Pemain asal Brighton, James Milner, baru saja mengumumkan kalau dirinya telah resmi pensiun dari dunia sepakbola. Keputusan ini memang mendatangkan kabar buruk bagi penggemar Brighton. Tapi perjalanan cukup panjang yang sudah mereka jalani sampai titik ini bukannya tanpa hasil. Ada sederet prestasi emas yang pernah ditorehkan oleh pemain mereka ini. Memiliki seorang pemain yang bisa memberikan permainan terbaiknya bagi mereka dalam beberapa tahun terakhir menjadi sebuah kebanggaan besar bagi tim ini.
James Milner Resmi Umumkan Pensiun
Pemain Brighton, James Milner, menarik perhatian publik ketika dia resmi mengumumkan diri pensiun dari industri yang membesarkan namanya. Keputusan ini dia ambil setelah berjalan kurang lebih 24 tahun di Liga Primer Inggris. Tidak ada banyak pemain yang bisa mencapai titik ini. Maka ketika dia mengambil keputusan ini, banyak orang merasa kehilangan dirinya. Bagi Brighton paling tidak, mereka akan kehilangan seorang pemain yang telah membantu membesarkan tim ini sampai menjadi mereka seperti sekarang.
Di usianya yang sudah mencapai angka 40 tahun di tahun sekarang, peamin ini telah memastikan kalau dia akan pensiun. Dia mengonfirmasi akan meninggalkan Brighton & Hove Albion, padahal dia baru saja bergabung dengan mereka dif 3 musim yang lalu. Tapi setelah berjalan bersama mereka dalam 3 tahun terakhir, dia memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya. Ketika periode kontraknya sekarang berakhir di akhir bulan Juni, dia memastikan tidak akan ada perpanjangan. Bukan hanya itu, dia juga memastikan kalau langkahnya secara umum di industri sepakbola juga akan berakhir.
Keputusan pensiun ini langsung menjadi kabar besar. Perjalanannya selama 24 tahun terakhir di olahraga ini akan secara resmi berakhir, paling tidak dari kapasitas sebagai seorang pemain. Dalam perjalanan selama puluhan tahun ini, tercatat ada beberapa tim yang pernah menghiasi perjalanan karirnya. Dia mengawali karirnya dengan bergabung sebagai pemain di Leeds United. Kemudian setelah menyelesaikan tugas disana, dia bergabung dengan Newcastle United. Setelah merasa cukup disini, dia kemudian bergabung dengan Aston Villa, disusul dengan Manchester Ity dan Liverpool. Di The Reds, dia bertahan cukup lama. Setelah sekitar 8 tahun mengenakan seragam merah khas mereka, dia kemudian memilih untuk bergabung dengan Brighton & Hove Albion. Disini, dia sudah menghabiskan waktu bermain 3 tahun terakhir.
Kiprah di Tingkat Internasional
James Milner bukan hanya seorang pemain yang bersinar di tingkat klub. Dia juga pernah bergabung di tim nasional Inggris dari tahun 2009 dan 2016. Bersama mereka, dia sudah bermain dalam 61 pertandingan, menghadapi banyak lawan baik dalam tingkat resmi atau sekadar persahabatan dan laga pra-turnamen. Pengalaman di tingkat internasional ini menjadi modal yang berharga baginya di Liga Primer. Bersama Manchester City, dia turut andil dalam membantu mereka menang 2 kali kejuaraan ini. Kemudian saat bergabung dengan Liverpool, dia mengulangi kembali prestasi iyang sama. Kemudian pada tahun 2019 yang lewat, dia juga sempat membantu The Reds memenangkan kejuaraan Liga Champions.
Pada bulan Februari yang lalu, pemain Brighton ini kembali menorehkan prestasi. Dia mendapat pengahrgaan sebagai pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak di Liga Primer. Dia tampil dalam 658 pertandingan di kompetisi ini untuk mencapai reptuasi ini. Dia juga menempati 10 peringkat teratas untuk pemain dengan jumlah asist terbanyak di kompetisi ini berkat 90 asist yang dia lakukan. Sekarang, pemain asal Yorkshire barat ini telah mengambil keputusan penting. Dia memutuskan untuk gantung sepatu dari industri yang membesarkan namanya. Keputusan ini dia bagian langsung di akun media sosial miliknya. Lewat unggahan ini, dia menyampaikan rasa terimakasih kepada semua orang yang telah memberikan dukungan kepadanya dalam perjalanan yang penuh kenangan.
James Milner Pastikan Pensiun
Seperti yang dirangkum oleh Seru88 Indonesia, pemain Brighton ini mengatakan kalau setelah 24 musim di Liga Primer Inggris, sekarang dia merasa telah menemukan waktu yang tepat untuk mengakhiri karirnya sebagai pemain. Dalam unggahan di media sosial Instagram, dia mengatakan kalau sejak melakukan debut dengan Leeds United, yang membantunya untuk berkembang, di usia 16 yang sangat muda dan menjadi pencetak gol dengan usia termuda di Liga Primer, dia tak pernah berharap untuk bisa menapaki perjalanan ini, sampai ke titik tidak bisa bergerak dengan leluasa di tahun lalu. Tapi kemudian dia bisa kembali untuk menjadi bagian dari permainan Brighton & Hove Albion untuk lolos kualifikasi UCL. Pencapaian ini menjadi yang kedua kalinya dalam sejarah tim ini di usia. Yang menjadikan pencapaian ini mencolok adalah dia melakukannya di usia yang tidak lagi muda, 40 tahun.
Kemudian dia juga pernah bermain di Newcastle United, Aston Villa, sebelum disusul dengan Manchester City dan Liverpool, sebelum berakhir di Brighton. Dia juga tidak melupakan kenangan penuh makna di Swindon Town, yang menjadi sebuah privilese yang luar biasa. Menurutnya,s etiap tim telah memainkan peran besar dalam perkembangan karir dan perjalanan hidupnya. Dia ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada semua orang yang terlibat: pemilik tim, staf, pelatih, pemain, dan penggemar yang telah menyambutnya dan membantunya berkembang dalam 24 tahun ini.
Menurutnya dia sudah cukup beruntung untuk mengalami semua pengalaman sangat berkesan ini, dari bertarung untuk bisa bertahan ke menang kejuaraan, bermain di ERopa, dan kemudian membela negara kelahirannya, Inggris. Dia pernah menjalani 2 Liga Champoins dan 2 Piala Dunia. Tapi yang menurutnya paling penting adalah orang-orang dan persahabatan yang dia jalani selama pertandingan ini, yang akan selalu dia kenang.
Kepada penggemar, dia juga menyampaikan rasa terimakasih. Dia berterimakasih kepada semua orang yang mendukung setiap langkah perjalanan hidupnya. Baginya, dukungan mereka sangat berarti. Dia berterimakasih kepada orang-orang yang memberinya tantangan untuk bisa terus berkembang. Menurutnya semua orang memainkan peran dalam menjadikan perjalanan ini berkesan dan membantu membentuknya menjadi seorang pemain dan pribadi.
Dia juga kemudian menyampaikan terimakasih kepada keluarganya dan semua pengorbanan mereka. Keluarga menjadi pihak yang mendukung setiap perjalanan dan momen yang penuh dukungan. Tidak ada yang bisa terjadi seperti sekarang kalau bukan tanpa dukungan keluarganya. Kemudian dia mengatakan kalau dia meninggalkan olahraga ini dengan rasa bangga, terimakasih, dan kenangan yang luar biasa yang akan bertahan bersamanya di sepanjang usianya. Sepakbola telah memberinya banyak hal lebih dari yang bisa dia bayangkan. Dia akan sangat berterimakasih untuk semua kesempatan yang telah didapatkan. Dia kemudian berterimakasih kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini.
fun88 fun88