Di tengah hiruk pikuk kabar tentang bursa musim panas, Real Madrid memastikan kalau mereka tidak akan mau dengan gegabah asal mengikuti tren. Real Madrid dikenal luas publik sebagai tim yang tak mau asal mengikuti tren mendatangkan atau melepaskan pemain setiap kali bursa berjalan. Setiap pemain yang masuk dalam rencana transfer Los Blancos telah dipertimbangkan dengan matang dan melalui pengamatan ketat selama beberapa bulan. Maka ketika mereka memutuskan untuk bersaing dengan Liverpool dan Manchester United untuk mengincar striker Wolverhampton Wanderers, Mateus Mane, publik dibuat penasaran tentang sejauh mana Los Blancos siap bergerak untuk mendapatkan striker baru.
Real Madrid Turun Gunung demi Mateus Mane
Kabar penting datang dari Real Madrid. Dikenal sebagai tim yang tak gegabah untuk transfer pemain, Los Blancos untuk musim panas nanti memutuskan akan terjun dalam bursa. Info ini Seru88 sampaikan kalau Los Bancos memutuskan untuk mendatangkan satu pemain untuk mengisi bagian depan mereka. Evaluasi internal menunjukkan kalau mereka butuh setidaknya satu wajah baru untuk ditempatkan di bagian ini. Lewat pengamatan intens selama beberapa bulan, mereka akhirnya memutuskan untuk mengincar striker asal Wolverhampton Wanderers, Mateus Mane.
Usianya yang masih 18 tahun membuat pemain ini langsung menjadi sorotan publik. Reputasinya meroket ketika muncul kabar Real Madrid mengincarnya sebagai calon pemain merkea. Bersama Wolves di musim ini, dia telah mengasah kemampuan dalam 19 pertandingan. Dalam periode ini, Wolves mendapatkan tambahan 2 gol dan 2 asist. Dari statistik pertandingan, striker ini telah menjalani 13 pertandingan bersama Wolves di musim ini. Ketika banyak pemain lain seusianya harus berjuang untuk mendapatkan peran di tim utama, dia langsung menjalani semua pertandingan ini dari menit pertama. Permainannya bahkan disebut sebagai salah satu faktor yang mendorong Wolves berhasil bangkit dari papan bawah klasemen. Dua pertandingan terbaru mereka saat melawan Liverpool dan Aston Villa berhasil dimenangkan berkat kehadiran striker tadi.
Berperan Mengembangkan Wolves
Wolves kembali membuktikan reputasi mereka sebagai tim kuda hitam EPL. Mereka mungkin belum berada di tingkat elite seperti Manchester City, Arsenal, atau Manchester United yang belakangan menarik perhatian media. Tapi status mereka sebagai tim papan bawah tak membuat klub ini kehilangan kemampuan. Faktanya mereka hanya pernah kalah 1 kali dalam 5 pertandingan terakhir di EPL. Sedangkan kalau menghitung mundur lebih jauh sampai 12 pertandingan terakhir, mereka juga hanya kalah dalam 4 pertandingan. Angka ini jelas menunjukkan kalau tim ini jauh melampaui profil umum untuk tim yang berasal dari papan bawah klasemen.
Tapi posisi mereka sekarang tak bisa dihindari setelah skuad ini menampilkan permainan mengereikan di paruh pertama musim. Gagal memberikan permainan terbaik, skuad Rob Edwards sekarnag hanya bisa menempati peringkat 20 dalam klasemen Liga Primer. Di peringkat buncit ini, mereka sampai harus mencatat selisih 11 poin lebih sedikit dari Nottingham Forest yang menempati peringkat 17.
Real Madrid Bersiap untuk Mateus Mane
Kondisi terpuruk tidak langsung membuat Wolves putus asa. Mereka terus berusaha untuk bisa memperbaiki diri dan membangun kembali harapan untuk bangkit. Beberapa pertandingan terakhir mungkin bisa dijadikan bukti kalau tim ini sedang berusaha serius untuk memperbaiki lagi harapan mereka. Tapi kalau bicara peluang tim ini untuk tetap menjadi peserta EPL, mereka butuh lebih dari sekadar kerja keras.
Kalau mereka akhirnya tersingkir di musim depan, akan ada banyak keputusan sulit yang akhirnya harus mereka tempuh. Yang paling berdampak adalah kepergian dari beberapa pemain kunci. Mereka yang dulu memutuskan untuk bergabung dengan Wolves dengan harapan bisa mendapat kesempatan tampil di EPL akan memikirkan ulang kontrak mereka kalau tim ini kembali harus pulang ke Championship. Tim ini juga akan mengalami kesulitan untuk mempertahankan para pemain elite mereka, seperti Mateus Mane. Situasi tidak kondusif yang mereka hadapi sekarang menciptakan lingkungan yang tepat bagi tim-tim lain untuk masuk dan melakukan negosiasi. Sekurang-kurangnya, terdapat 4 tim yang siap merebut striker ini dari tengah mereka. Newcastle United, Arsenal, Liverpool, dan Manchester United siap memupuskan harapan Wolves untuk bisa mempertahankannya di markas mereka.
Kondisi ini sebenarnya sudah mulai disadari pelatih Wolves. Rob Edwards sampai harus menyampaikan permintaan serius kepada semua pemainnya, terutama pemain senior. Dia meminta mereka untuk menahan godaan untuk keluar dari Wolves bahkan ketika mendapat penawaran bergabung dalalm jumlah fantastis mulai dari musim panas.
Tapi imbauan yang disampaikan pelatih Wolves tadi tidak bisa dijadikan jaminan kalau semua pemain mereka akan menurutinya. Situasi yang dihadapi Wolves sekarang jelas bukan situasi ideal yang bisa dipahami dan diterima semua pemain. Ketika bergabung, mereka mengambil keputusan ini dengan harapan kalau Wolves akan bisa menjadi wadah yang tepat untuk berkembang. Tapi kembali ke Championship adalah langkah mundur yang justru berbahaya untuk perkembangan karir.
Terlepas dari rasa hormat mereka kepada pelatih, Wolves harus bersiap untuk menghadapi skenario terburuk. Beberapa pemain mereka mungkin akan tetap memilih untuk pergi. Kabar ini sudah sampai ke telinga banyak klub, termasuk Real Madrid. Los Blancos sekarang dikabarkan menjadi tim terbaru yang siap untuk menawarkan kerjasama menguntungkan bagi pemain depan Wolves ini.
Seperti yang sudah menjadi kebiasaan, Real Madrid tak mau membuang waktu dengan pembicaraan yang tak berujung. Dari awal mereka langsung membuka diri untuk memberi kesempatan kerjasama yang menguntungkan. Berbeda dari tim-tim lain yang belum bersedia menguingkap angka penawaran mereka, Real Madrid dari awal mengungkap kalau mereka bersedia untuk menguras dana sampai 45 juta Euro kalau Mateus Mane bersedia untuk pindah ke markas mereka di Spanyol.
Kalau penawaran ini diterima, kepergiannya ke Real Madrid akan menandai babak baru dalam perjalanan karir sriker ini. Pemain depan ini memilih untuk pergi ke Inggris pada usia 8 tahun. Dia kemudian bergabung dengan skuad pemain muda Rochdale. Disana dia membangun karir sambil mengasah kemlampuan sebleum akhirnya mendapat kesempatan bergabung dengan Wolves di bulan Februari 2024. Sekarang penggemarnya menanti keputusan yang akan dibuat pemain ini, apakah tetap bertahan di Inggris atau memilih tempat baru di Spanyol. Keputusan ini mungkin belum akan dia rilis dalam waktu dekat. Sampai sekarang, pemain ini masih memilih untuk mengerahkan kemampuannya untuk bisa mendapat panggilan bertarung di Piala Dunia 2026 nanti. Tapi belum bisa dipastikan apakah dia nanti akan bergabung dengan timnas Portugal atau Inggris untuk pertarungan elite sepakbola global nanti.
fun88 fun88